Pengertian Seni Lukis

Pengertian seni lukis – Untuk melanjutkan wawasan kita mengenai Pengertian Seni Rupa. Pada kali ini saya akan menjelaskan ulasan seputar pengertian seni lukis. Pada umumnya setiap orang sudah mengenal lukisan, tetapi belum mengenalnya lebih dalem seperti unsur, contoh, serta fungsi pada seni lukis.

Untuk mempersingkat waktu mendingan kita langsung saja membahas pengertian seni lukis ini, mari untuk mengetahuinya yuk dan simak ulasan berikut ini.

Pengertian Seni Lukis

pengertian seni lukis

Pengertian seni lukis adalah merupakan salah satu cabang seni rupa, pada dasarnya pengertian ini sama yaitu sebuah pengembangan yang lebih utuh dari seni menggambar. Pastinya kita pernah melukis sendiri dan itu sebagai kegiatan mengolah medium dua dimensi maupun permukaan objek dari tiga dimensi hanya ingin mendapat kesan tentunya.

Contoh dalam medium lukisan itu bisa berbentuk kertas, papan, kanvas, film dalam fotografi dan benda-benda apa saja yang bisa di anggap sebagai media lukisan. Dalam melukis harus menggunakan alat yang bisa digunakan bermacam asal dapat memberi imajinasi tentunya pada media yang digunakan.

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli, otak pintar, imajinasi
Sumber: Okezone Techno

Mungkin pengertian yang diatas adalah pengertian seni lukis tetapi pada umumnya. Pengertian kali ini menurut para ahli, berbeda-beda pendapat tetapi intinya cuman satu. Apa saja sihh, sekilas berikut ini yaitu:

1. Soni Ade dan Imam R

Menurut seorang ahli yang bernama Soni dan Imam yaitu mendefinisikan karya lukis sebagai kekuatan peradaban dan kekuatan budaya karena melukis merupakan kegiatan yang mengasah seseorang untuk berbakat, jeli dan teliti dalam mengenai kejadian di alam sekitar.

Salah satu contoh dari selaras dengan pengertian seni secara umumnya yaitu sebuah karya yang terinspirasi dari alam.

2. Soedarso

Menurut Soedarso adalah karya seni lukis cabang dari seni rupa yang pengungkapan menggunakan media dua dimensi. Sebuah lukisan bisa membentuk karya tersebut adalah garis dan warna yang indah. Dari pengertian lain Soedarso yang mendefinisikan karya lukis sebagai karya manusia untuk komunikasi pengalaman batiniah.

Pengalaman batin sudah disajikan secara indah serta menarik sehingga ada rasa merangsang timbulnya pengalaman batin manusia saat menghayati karya lukis tersebut.

3. Myers

Menurut ahli Myers mendefinisikan karya lukisnya sebagai bentuk untuk mengungkapkan nilai-nilai simbolis, subjektif, emosional dan nilai religius. Dengan bahasa lain, dari karya seni ini tidak hanya menjadi perwujudan ekspresi seseorang tetapi harus mengandung berbagai nilai untuk membuatnya lebih bermakna.

Bisa juga seni lukis merupakan kegiatan rohani yang di dalamnya merefleksikan pada jasmani, harus memiliki data yang dapat membangkitkan rasa senang pada seseorang dalam jiwanya.

4. Galleria Fasya Art Studio

Menurut seorang ahli satu ini seni lukis yaitu cabang ataupun bagian dari seni rupa yang mana wujud dari lukisan tersebut memiliki dwi matra atau dua dimensi, meski memiliki dasar pengertian sama dengan seni rupa. Lukis itu memiliki arti lebih dalem karena lukis merupakan sebuah pengembangan lebih utuh ketimbang sekedar menggambar.

5. Jim Supangat

Seni lukisan memiliki arti ialah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman di masa lalunya dalam konteks sekarang.

Unsur-Unsur Karya Seni Lukis

Unsur-Unsur Karya Seni Lukis, sepedah gunung, bersepedah, pemandangan alam, pemandangan gunung
Sumber: antarafoto.com

Setelah sudah faham tentang definisi karya seni lukis, kita berlanjut dengan pembahasan mengenai unsur-unsur yang dimiliki oleh seni lukis. Pada umumnya semua jenis seni apapun pasti mempunyai unsur pembentuk, contohnya seni lukis. Mungkin beberapa ada unsur-unsur karya lukis:

1. Unsur Visual

Unsur pertama yaitu visual yang memiliki arti dapat ditangkap oleh indera penglihatan. Secara kasat mata, seseorang dapat mendefinisikan dengan spesifik unsur yang terlibat dalam pembuatan sebuah karya lukis. Contoh dalam unsur visual antara lain yaitu garis, ruang, bidang dan warna.

Salah satu seseorang seniman yang mempunyai selera bagus untuk memadukan berbagai unsur tersebut demi menciptakan karya seni yang bernilai tinggi.

2. Unsur Non Visual

Unsur kedua yaitu selain visual, karya seni lukis juga mempunyai unsur non visual lohhh. Maksudnya unsur satu ini tidak dapat ditangkap oleh indera penglihatan.  Sangat diperlukan analisa mendalam untuk mengetahuinya pada unsur non visual adalah konsep lukisan, imajinasi, pandangan, hidup, pengalaman, serta sikap estetik dan artistik seorang seniman.

Fungsi Seni Lukis

Fungsi Seni Lukis, burung dara, merpati putih, burung merpati putih, pemandangan alam, lukisan hewan
Sumber: IDN Times

Setiap seni yang diciptakan oleh seniman pasti memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Dari sini kita sudah dapat menjelaskan mengapa karya seni lukis itu begitu penting. Langsung saja simak pada fungsi dari seni lukis berikut:

1. Fungsi Primer

Primer ini memiliki fungsi dari seni lukis yaitu membuat suatu ketertarikan kepada lukisan yang diciptakannya. Seorang pelukis, lukisan ini dibuat dan mampu mengungkapkan perasaan pribadi pelukis sehingga apa yang dilukisnya lebih memuaskan dan lebih indah.

Bagi pengunjung yang melihat lukisan ini akan menimbulkan ketertarikan pada lukisan yang diciptakan dan dapat menenangkan hati para pengunjung yang galau, sedih maupun pikiran lagi karuan.

2. Fungsi Sekunder

Sekunder memiliki fungsi yaitu pada lukisan bukan hanya sebagian ekspresi atau unsur yang terkait munculnya ketertarikan tersendiri, tetapi lebih khususnya pada sesuatu yang dapat difungsikan. Tidak hanya sebagai lukisan pada dinding saja, lukisan ini dapat menjadi sarana komunikasi yang baik bila tidak ada obyek yang nampak secara visual.

Tidak itu saja, lukisan bisa difungsikan untuk berbisnis, dengan cara menjual karya lukisan anda kepada orang lain yang berminat dan membutuhkan lukisan tentunya sebagai hiasan.

3. Fungsi Fisik

Seni mempunyai fisik dan dikhususkan pada nilai-nilai estetika yang didapatkan dari lukisan itu sendiri. Salah satu orang membeli lukisan untuk menghiasi ruangan dapat menambah nilai estetika tempat atau ruangan yang ditempatinya.

Orang yang bertamu kedalam ruangan yang memiliki lukisan pastinya orang itu terkesan ketika melihatnya, terkadang dapat termotivasi, terlebih bila lukisan tersebut mengandung ekspresi yang kuat.

Baca juga: Pengertian Seni Tari

Sejarah Seni Lukis

Sejarah Seni Lukis, penjajahan indonesia, lukisan indonesia
Sumber: jakartaglobe.id

Dengan historis, karya lukis terkait dengan gambar-gambar. Ribuan tahun lalu berakhir sudah dan peninggalan prasejarah memperlihatkan dari nenek moyang manusia mulai membuat gambar pada dinding dua untuk mencitrakan bagian penting kehidupan. Melukis di zaman dahulu menggunakan material sederhana seperti, arang, kapur dan lainya.

Cara digunakan pada zaman dulu yaitu dengan menempel tangan lalu menyeburkannya dengan kunyahan daun atau batu mineral yang berwarna-warni. Dengan sejarah lukis ini berlanjut pada zaman pertengahan karena terlalu kuat ke pengaruh agama.

lalu, karya lukis dianggap sihir yang dapat menjauhkan manusia dari pengabdian pada Tuhan. lalu, karya lukis tidak sejalan dengan realitas. Banyak karya-karya lukis yang berupa simbolisme sehingga sulit menemukan lukisan yang dapat dikategorikan bagus atau berkualitas.

Pada zaman Renaissance, dukungan dari seseorang keluarga deMedici yang menguasai Firenze akan ilmu pengetahuan dan seni membuat adanya sinergi dengan kebudayaan baru di Eropa, di zaman klasik ini, seni tidak lagi dianggap sebagai sihir, melainkan salah satu alat untuk merebut kekuasaan yang telah dirampas Turki.

Sejak revolusi industri Inggris, lukisan pada karya lukis dan kriya diarahkan pada kurva halus yang terinspirasi pada keindahan garis tumbuhan di alam. Penjelasan ini akibat dari peralihan seniman untuk membuat seni yang tidak mungkin dicapai produksi massal.

Berbeda di Negara Indonesia, seni lukis modern mulai dikenal sejak masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Cenderung karya seni rupa dari Eropa Barat saat itu yaitu aliran dari romantisme yang diikuti juga oleh para pelukis Indonesia.

Gerakan bernama manifesto kebudayaan bertujuan untuk melawan pemaksaan pada ideologi komunis membuat para pelukis di tahun 1950-an memilih untuk membebaskan karya seni mereka untuk kepentingan politik. Sehingga era ekspresionisme pun dimulai, lukisan tidak menjadi penyampai beberapa pesan dan alat propaganda lagi.

Di Indonesia seni lukis belum sampai pada keberhasilan tetapi telah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme dengan seni alternatif. Performance Art menjamur pada pelosok kampus dari perguruan tinggi seni di tahun 1993-1996, sehingga seni lukis konvensional dengan aneka gaya menghiasi beberapa galeri bukan sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat melainkan bisnis alternatif dari investasi.

Jenis-jenis Seni Lukis

Sumber: IMURAL

Ketika sudah menjelaskan unsur-unsur dalam seni lukis. Jangan lupa menjelaskan jenis-jenis seni lukis tertuang dalam berbagai aliran seni musik yang masing-masing memiliki gaya seni lukis yang khas. Simak dan fahami, berikut aliran-aliran dalam seni lukis yang memiliki ciri khas berbeda-beda.

1. Klasikisme

 Klasikisme, lukisan nyata, lukisan di pasar, nyata asli dalam lukisan
Sumber: tokopedia.com

Pertama ada jenis aliran klassime yaitu bercorak klasik Romawi dan Yunani dengan wujud gambar yang realistis. Ibaratkan bumbu-bumbu realistis yaitu tampilan lukisan yang dibuat semirip-miripnya dari wujud aslinya di dunia nyata.

2. Romantisme

Romantisme, jenis-jenis lukisan, lukisan nyata
Sumber: Truth Plus Blog

Kedua ada jenis aliran romantisme yang memiliki ciri khas dalam nilai-nilai sebuah peristiwa yang istimewa, menarik ataupun indah. Hal ini dapat berupa kejadian-kejadian yang menyenangkan, bucin atau percintaan dan lukis-lukis manusia berparas anggun.

3. Realisme

Realisme, alam lukisan, pemandangan lukisan, gunung pemandangan dalam lukisan
Sumber: times.com

Ketiga ada jenis aliran lebih dari menghasilkan suatu karya yang menangkap fenomena yang nyata terjadi dan dialami dalam kehidupan dengan secara obyektif. Apabila diperhatikan, realisme ini merupakan sanggahan terhadap aliran yang berjenis klasisme atau statis serta romantisme yang berlebihan.

4. Naturalisme

Naturalisme, lukisan dimalem hari
Sumber: jagomelukis.org

Keempat ada jenis naturalisme yaitu merupakan aliran yang cenderung menunjukan suatu keadaan malam. Alam yang lebih dominan untuk semua tema yang ingin dibuat  untuk melukis.

5. Ekspresionisme

 Ekspresionisme, imajinasi, kreatif anak muda, apaaja dilakukan
Sumber: brilio.net

Kelima ada jenis bernama ekspresionisme seni lukis yang menggap bahwa ekspresi merupakan elemen penting yang digunakan untuk menciptakan karya lukis yang indah, menarik dan berkesan. Seni lukis ini terlahir dari sebuah emosi murni dalam hati seseorang dan dituangkan dalam imajinasi, warna dan bentuk gambar.

6. Surealisme

Surealisme, anak muda indonesia kreatif, anak muda imajinasi, kreatif
Sumber: designtrends.com

Keenam ada jenis aliran yang memproyeksikan objek-objek yang memperlihatkan secara natural menjadi objek yang ada dalam sebuah mimpi. Pada hasil karya ini yang diciptakan yaitu objek-objek yang imajinatif dan unik.

7. Abstrak

Abstrak, ngasal tapi keren, anak muda kreatif, lukisan bagus
Sumber: Kopi Keliling

Jenis ke tujuh dengan nama aliran abstrak yang merupakan lukisan dengan bentuk penyampaian makna secara tidak langsung. Jenis aliran ini tidak menggambarkan objek dalam bentuknya asli, tetapi pada gambar yang samar dan membuat pengunjung berpikir apa lukisan itu.

8. Gotik

Lukisan Gotik, lukisan allah, kaligrafi allah, kaligrafi muhammad, disain rumah
Sumber: bukalapak.com

Jenis ke delapan ada aliran dalam seni lukis yang menekankan suatu objek berupa tokoh-tokoh suci, raja, ratu, tempat ibadah, istana dan objek-objek lainnya yang berhubungan dengan dinasti. Aliran ini memiliki ciri khas dari bentuk gambarannya yaitu berupa garis tebal dan warna yang dipertegas.

9. Futurisme

Futurisme, keren, lukisan mantap
Sumber: TheMoonDoggies

Aliran ketika memiliki cenderung ke menekankan pada gerak yang indah dan memperlihatkan objek pada lukisan tentang digambar seakan-akan bergerak. Dalam unsur yang kokoh ataupun kuat yaitu kedinamisan, ekspresi kecepatan, dan ekspresi kesamaan pada waktu yang kuat.

10. Konstruktivisme

Konstruktivisme, bangunan seni, bangunan lukisan
Sumber: berbagaireviews.com

Jenis yang terakhir mempunyai aliran konstruktivisme yaitu pada aliran yang melukiskan wujud konstruksi pada bangunan disertai dengan penekanan fokus pada sebuah bangunan. Suatu objek yang digambarkan bisa berupa bangunan model klasik, modern ataupun bangunan yang lainnya.

Baca juga: Pengertian Kebudayaan

Teknik-teknik yang Digunakan Dalam Seni Lukis

Teknik-teknik yang Digunakan Dalam Seni Lukis, alat-alat gambar, keren
Sumber: IMURAL

Seni lukis juga memiliki beberapa teknik yang digunakan dalam seni lukis. Masing-masing teknis memiliki karakteristik berbeda-beda dan dapat dipilih sesuai dengan selera anda sendiri. berikut penjelasan teknis yang digunakan dalam seni lukis.

1. Teknik Aquarel

Teknik pertama ada Aquarel yaitu jenis teknik lukis yang memanfaatkan cat air sebagai bahan lukis dengan cara mengoleskan warna secara tipis. Hanya dilakukan agar memperoleh hasil pada suatu gambaran yang terlihat transparan.

2. Teknik Plakat

Teknik kedua pada lukis plakat menggunakan bahan cat air, cat minyak dan cat akrilik dengan cara mengoleskan salah satu warna secara tebal dengan komposisi cat yang lebih kental. Jelas sekali perbedaan dengan teknik aquarel terkait dengan cara mengoles dan komposisi warnanya. Kelebihan menggunakan teknik ini dengan warna yang dihasilkan lebih kuat dan colorfull pada karya lukisannya.

3. Teknik Pointillis

Teknik kedua lukis ini merupakan teknik yang membutuhkan suatu kesabaran yang lebih dibandingkan teknik lukisnya. Dikarenakan Pointillis menggunakan titik-titik agar menghasilkan tampilan lukisan yang indah, menawan dan cantik. Biasanya pelukis memanfaatkan gradasi warna untuk mengatur unsur gelap dan terang pada lukisannya.

4. Teknik Spray

Teknik keempat jenis ini merupakan teknik lukis gaya baru dengan cara menyemprotkan cat ke papan/media lukis. Pada tujuan digunakannnya teknik lukisan ini adalah agar lukisan tampak lebih halus atau sempurna dan lebih visual untuk dilihat. Biasanya teknik seperti spray ini sering digunakan untuk melukis grafitti di dinding-dinding.

5. Teknik Basah

Teknik kelima melukis dengan teknik basah dilakukan dengan cara mengencerkan cat minyak menggunakan bahan-bahan tertentu seperti linseed oil. Apabila cat minyak telah diencerkan dengan kekentalan tertentu, barulah cat tersebut dioleskan pada media lukis dan kuas yang dipakai untuk melukis dengan teknik ini yaitu kuas dengan bulu panjang.

6. Melukis Dengan Teknik Kering

Teknik keenam melukis dengan cara teknik kering dilakukan tanpa menggunakan cat minyak. Teknik ini seringkali kita gunakan dengan hanya menggunakan alat pensil, crayon atau spidol dan bahan lainnya. Namun dalam sebuah melukis yang lebih khusus, digunakan kuas yang kering dan tidak berminyak.

7. Melukis Dengan Teknik Campuran

Teknik ketujuh Melukis dengan cara teknik campuran yaitu mengkombinasikan dua teknik atau lebih untuk menghasilkan suatu karya yang lebih elegan. Contohnya, anda dapat mengkombinasikan teknik kering dan teknik basah dengan cara memanfaatkan teknik kering terlebih dahulu lalu melapisinya dengan teknik basah. Cara ini membuat pengguna lebih kreatif dalam membuat lukisan baru.

“Kehidupan sama dengan lukisan cat minyak, kesalahan memang tidak bisa dihapus, tetapi bisa diperbaiki”

Setiap manusia itu memiliki imajinasi tetapi berbeda-beda cara mainnya, pastinya kalian memiliki imajinasi yang berbeda. Dalam melukis terpenting pede dalam membuat sesuatu dalam seni. Anak muda zaman sekarang tabah kreatif sama juga dengan kalian yang membaca tentang penjelasan seni lukis ini, demi membaca hanya untuk membuat sesuatu.

Teruslah berimajinasi, jangan malu dengan apapun. Terimakasih duah membaca, enjooooyyy!!!

Leave a Comment